Saturday, April 25, 2015

5 Langkah Menguasai Struktur Penulisan CV/Resume (Daftar Riwayat Hidup)

Curriculum Vitae merupakan istilah dari bahasa latin yang merujuk pada perjalanan hidup seseorang. Istilah ini sering disingkat secara umum dengan CV dalam kehidupan modern. CV sering juga disebut dengan Resume di beberapa negara seperti Canada dan Amerika Serikat, namun secara spesifik isi dari resume lebih menekan pada beberapa poin yaitu pernyataan profile pribadi (personal profile statement), keahlian dan kemampuan, kualifikasi pendidikan dan pengembangan pribadi, hobi dan dan kepentingan. Di Indonesia istilah CV dan Resume pun sudah menjadi istilah umum/kebiasaan sebagai pengganti dari bahasa Daftar Riwayat Hidup, atau mungkin lebih tepatnya daftar riyawat pekerjaan karena CV/resume pada prakteknya hanya digunakan untuk hal-hal yang berkaitan dengan pencarian lowongan pekerjaan. Namun di sini tidaklah untuk memperdebatkan asal kata CV/resume.

Sesuai dengan judul, yang akan dibahas di sini adalah bagaimana anda nantinya dapat menguasai cara pembuatan resume / daftar riwayat hidup sebagai tool ampuh untuk melamar pekerjaan, karena resume merupakan tool marketing untuk memasarkan keahlian dan kemampuan anda dalam dunia kerja. Tanpa resume yang profesional, akan sulit untuk anda bersaing dengan ratusan bahkan ribuan calon tenaga kerja yang sama-sama masih memiliki status pengangguran. Resume merupakan dokumen pertama yang dilihat oleh perusahaan dalam proses perekrutan karyawan. Ini yang harus selalu anda ingat jika anda ingin sukses melamar kerja. Anda juga harus melakukan berbagai percobaan trial and arror apakah setiap style CV yang anda buat dan anda kirimkan ke perusahaan mendapat respon dari pihak perusahaan. Jika setelah CV yang anda kirimkan, perusahaan tersebut memanggil anda untuk langkah lebih lanjut berarti anda sukses dalam membuat tool marketing anda sendiri.

Berikut merupakan 5 langkah yang dapat anda lakukan untuk menguasai penyusunan struktur CV / Resume / Daftar Riwayat Hidup:

  1. Personal Profile
  2. Perlu anda ketahui bahwa semua element pada CV itu penting, namun anda tetap harus memberikan prioritas pada setiap elemen yang ingin anda masukkan ke dalam CV. Personal profile menempati urutan pertama pada halaman depan CV anda. Ini merupakan poin terpenting bagi setiap perusahaan untuk melihat profile anda, sebelum perusahaan menggali lebih dalam lagi tentang anda dan apa keahlian anda. Jika data profile anda, anda tempatkan pada bagian akhir atau, pada bagian tertentu pada dokumen CV anda, maka perusahaan akan kesulitan menemukan data pribadi anda. Personal profile mencakup nama, alamat, nomor telpon, dan email.

  3. Deklarasi Keahlian/Ketrampilan
  4. Pernahkan anda menanyakan pada diri anda "apa keahlian saya?", "Apa kemampuan saya dalam bekerja?", "Keahlian/ketrampilan apa yang bisa saya jual pada perusahaan?". ini merupakan pertanyaan klasik dalam dunia kerja, Namun ini akan menjadi sesuatu yang sangat penting baik bagi anda maupun bagi perusahaan. Jika anda tidak memilikinya, lalu apa yang bisa anda tebak dari pernyataan pewawancara/perusahaan, kemungkinan besar "Saya (baca: perusahaan) tidak akan meng-hire orang yang tidak memiliki kualifikasi". Nah kualifikasi di sini bukan berarti anda harus memiliki pengalaman kerja, namun anda memiliki potensi sesuai dengan latar belakang pendidikan yang akan menguntungkan perusahaan.

  5. Pencapaian (achivement)
  6. Banyak orang yang tidak menganalisa secara tertulis akan apa saja yang telah ia capai dalam usahanya mengembangkan karier berikutnya ataupun bagi yang mulai memasuki dunia kerja. Bagi anda yang baru memulai karier, pencapaian hasil dapat dianalisa sejak anda duduk di bangku kuliah, dari mulai menganalisa nilai dan bakat yang paling menonjol, kemudian disusul dengan berbagai training/pelatihan yang akan menunjang jenis pekerjaan yang akan ia masuki. Mengenali jenis pencapaian secara tertulis akan sangat membantu anda menganalisa di mana letak kelemahan/kekurangan anda. Sebagai contoh, jika anda menonjol dan memiliki prestasi yang bagus di poin A, sedangkan anda kurang beruntung di poin B dan poin B sangat dibutuhkan untuk menunjang poin A, maka ada baiknya anda melakukan perbaikan di poin B.

    Nah, Pencapaian yang paling berprestasi dan paling memuaskan buat anda, sebaiknya anda masukkan ke dalam CV anda. Dalam pemakaian bahasa yang digunakan pada resume, sudah menjadi keharusan untuk menggunakan tata bahasa yang resmi (EYD) dan penggunaan kosa-kata profesional, namun tidak berlebihan. Sebagai contoh jika CV/resume anda menggunakan bahasa inggris, maka anda dapat menggunakan kata-kata seperti: I am accelerated...., I am developed, I have been standarized to be...

    Dalam penulisan resume (daftar riwayat hidup), penggunaan bahasa yang benar namun atraktif akan membuat anda berbeda dengan para pencari kerja lainnya. Tetap ingat dan selalu berpatokan bahwa CV/resume anda merupakan tool marketing yang paling utama. Jika anda tidak mampu menjual diri anda untuk sebuah jabatan/pekerjaan, itu artinya anda resume anda perlu dibenahi/diperbaiki.

  7. Kuaifikasi Pendidikan dan Pengembangan diri
  8. Jika anda memiliki pendidikan dengan kualifikasi di atas rata-rata (alias menonjol), itu tidaklah sulit untuk bersaing di antara puluhan bahkan ratusan para pencari kerja untuk memperebutkan jabatan kerja yang anda incar, apalagi jika ditambah prestise dan akreditasi nama universitas di mana anda menimba ilmu sebelumnya. Namun, jika anda bukan merupakan tipe orang seperti ini, anda harus mencari trik bagimana anda dapat menerima panggilan wawancara kerja setelah anda mengirimkan surat lamaran kerja beserta cv nya. Begitu juga dengan ribuan para pencari kerja di luar sana, banyak orang yang ragu dengan kualifikasi pendidikan yang tidak begitu bagus, karena ini akan dibaca secara langsung oleh pihak perusahaan.

    Pada penulisan resume yang bagus, anda harus bisa meminimalisir kelemahan anda meski anda memiliki kuaifikasi pendidikan yang tidak bagus. Tonjolkan apa yang menjadi kelebihan dan prestasi anda, agar anda cepat menerima telpon wawancara kerja. Penulisannya harus "eye catching" pada lebar CV anda, agar si pewawancara kerja semakin penasaran untuk mengetahui "siapa sebenarnya anda".

    Berkaitan dengan pengembangan diri anda selama dalam proses mencari pekerjaan, apa yang perlu anda pelajari agar anda cepat dapat panggilan kerja? Apapun pengembangan diri akan sangat berguna bagi anda selama hal tersebut menunjang pekerjaan dan karier anda nantinya. Namun tidak semua jenis pengembangan diri harus anda ikuti sekaligus, karena hanya akan membuat anda lelah dan frustasi. Jika anda merupakan lulusan baru yang belum berpengalaman kerja, maka pengembangan diri yang paling cocok buat anda adalah "cara berpikir positif terhadap arti sebuah pekerjaan", pengembangan diri "bagaimana teknik wawancara kerja", pengembangan diri jenis "bagimana cara menghadapi berbagai tipe karakter orang lain", pengembangan diri "bagimana mencari teman dan mempengaruhi orang lain", dan pengembangan diri "cara berbicara". Luangkan waktu 1-2 jam untuk mepelajarinya agar anda lebih mahir dalam mencari pekerjaan.

    Untuk meningkatkan pengembangan diri, anda tidak harus mengikuti berbagai seminar pelatihan jika dirasa biayanya sangat mahal untuk ukuran kantong anda, namun jika dirasa sangat perlu dan anda memiliki dana untuk mengikuti training maka itu akan lebih baik. Banyak buku-buku tentang pengembangan diri yang bisa anda pelajari, misalnya buku terjemahan bahasa indonesia dari pengarang motivator dunia yang sangat terkenal yaitu Dale Carnegie yang berjudul "The Quick and Easy Way to Effective Speaking", "How To Enjoy Your Life And Your Job", "How to Win Friends and Influence People".

  9. Hobi dan Kepentingan
  10. Banyak para pencari kerja baru tidak sadar akan pentignya penulisan hobi pada halaman resume/daftar riwayat hidup. Mereka menganggap hobi tidak ada kaitannya dengan keahlian dan kepentingan perusahaan. Jika sebelumnya anda menganggap seperti ini, ubahlah "mindset" anda. Bisa jadi anda memiliki lebih dari satu hobi. Tulisah hobi yang bisa bermanfaat bagi perusahaan.

    Sebagai contoh ilustrasi: Bisa saja latar belakang pendidikan anda adalah accounting, dan hobi anda adalah bermain voly ball. Antara latar belakang pendidikan dan hobi anda sekilas tidak ada kaitanya sama sekali bagi perusahaan. Anda hanya akan berpikir bahwa "hanya" latar belakang pendidikan akunting anda yang akan dipakai perusahaan. Namun, tidak demikian bagi beberapa perusahaan yang dinamis dan berorientasi ke depan. Banyak perusahaan yang sangat kritis dengan hobi setiap pelamar kerja, karena hobi dari pegawai perusahaan dapat membawa nama baik perusahaan. Contoh dari case ini misalnya perusahaan besar seperti BNI46, dan PT.Samator Gas yang sangat terkenal dengan prestasi pertandingan bola voleynya. Dengan hobi juga akan mengakrabkan semua jajaran pegawai dalam sesi-sessi tertentu, misalnya melalui pertandingan bersama ataupun pertandingan persahabatan antar perusahaan, sehingga perusahaan secara tidak langsung akan mendapatkan banyak "channel" ataupun "contact" berharga. Jika banyak kontak kenalan yang didapatkan maka bisa jadi untuk lahan bisnis marketing bagi perusahaan tersebut. Inilah contoh yang diterapkan pentingnya antara kemampuan dan hobi. Jadi ketika anda membuat CV sebaiknya anda bersifat objektif, jangan dibuat-buat.
Semoga anda cepat mendapatkan pekerjaan dan mampu mengalahkan para pesaing anda untuk posisi lowongan kerja yang sedang anda incar dengan trik 5 Langkah Menguasai Struktur Penulisan CV/Resume (Daftar Riwayat Hidup) ini.